Jumat, 08 Juli 2011

makalah SISTEM DAN ISI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA


SISTEM DAN ISI PENDIDIKAN ISLAM
DI INDONESIA

A.  PENDAHULUAN
Pada awal berkembangnya agama Islam di Indonesia, pendidikan Islam dilaksanakan secara informal. Didikan dan ajaran Islam yang diberikan berupa contoh dan suri tauladan. Mereka berlaku sopan, ramah tamah, tulus ikhlas, amanah dan kepercayaan, pengasih dan pemurah, jujur, adil, menepati janji serta menghormati adat istiadat yang ada, yang menyebabkan masyarakat Indonesia tertarik untuk memeluk agama Islam..
Dari situlah semacam proses pendidikan islam dan pengajaran islam, meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana. Materi pelajarannya yang pertama sekali adalah kalimat syahadad. Sebab barang siapa yang sudah bersyahadad berarti seseorang sudah menjadi islam. Dengan demikian kita ketahui bahwa ternyata dalam islam itu praktis sekali, dan dari sana pula pendidikan beranjak, dari hal-hal yang paling mudah,
Penganjur-penganjur islam yang mula-mula mengembangkan agama islam (pendidikan islam) adalah dengan cara berangsur- angsur dan mudah, sedikit demi sedikit, pendeknya bila seseorang mengucap dua kalimat syahadad, mengakui rukun iman yang enam dan rukun islam yang lima, telah di anggap sebagi seorang muslim.
Kemudian setelah itu barulah di perkenalkan bagaimana cara-cara melaksanakan sholat lima waktu, di ajarkan cara membaca Al-Qur’an dan seterusnya.
B.  RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana sistem pendidikan Islam di Indonesia?
2.    Bagaimana isi pendidikan Islam di Indonesia?




C.  PEMBAHASAN
1.    Sistem Pendidikan Islam di Indonesia
Sistem merupakan seperangkat komponen/unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.[1] Sistem pendidikan nasional seperti yang dijelaskan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS adalah sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.[2]
Sistem pendidikan Islam informal ini, terutama yang berjalan dalam lingkungan keluarga sudah diakui keampuhannya dalam menanamkan sendi-sendi agama dalam jiwa anak-anak. Anak-anak dididik dengan ajaran agama sejak kecil dalam keluarganya.[3]
  
Sebab-sebab islam mudah di terima di Indonesia di karenakan beberapa faktor antara lain :[4]
a)             Agama islam tidak sempit dan tidak berat melakukan aturan-aturannya, bahkan mudah di turut oleh segala golongan umat manusia, bahkan masuk islam cukup dengan mengucap dengan dua kalimat syahadad.
b)             Sedikit tugas dan kewajiban dalm islam.
c)             Penyiaran islam itu di lakukan dengan berangsur-angsur sedikit demi sedikit.
d)            Penyiaran islam itu di lakukan dengan cara kebijaksanaan dan cara yang sebaik-baiknya.
e)             Penyiaran islam itu di lakukan dengan perkataan yang mudah di fahami umum dapat di mengerti semua golongan.

Usaha-usaha pendidikan agama di masyarakat yang kelak di kenal dengan pendidikan non formal, ternyata mampu menyediakan kondisi yang sangat baik dalam menunjang keberhasilan pendidikan islam dan menjadi motifasi yang kuat bagi umat islam untuk menyelenggarakan pendidikan agama yang lebih baik dan sempurna.[5]
Bentuk pendidikan islam pada permulaan meliputi surau, langgar atu di masjid dan masih bersifat sederhana. Modal pokok yang mereka miliki hanya semangat menyiarkan agama bagi yang telah memiliki agama dan semangat menuntut ilmu bagi anak-anak, yang penting bagi guru agama itu telah memberikan ilmunya kepada semua saja, terutama pada anak-anak.
Tempat-tempat pendidikan inilah yang menjadi embrio terbentuknya sisitem pendidikan pondok pesantren dan pendididkan islam yang formal yang berbentuk maadrasah atau sekolah yang berdasar keagamaan.
Adapun tujuan pendidikan islam antara lain :
1)   Memahami ajaran agama
2)   Keluhuran budi pekerti
3)   Kaum muslimin telah mengarahkan pendidikan mereka kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat
4)   Persiapan untuk bekerja
5)   Rencana pendidikan islam, kedatangan agama islam telah mengadakan perubahan yang besar dalam kehidupan bangsa arab.

Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap tuhan YME kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.[6]
Dalam rangka melaksanakan pendidikan nasional perlu di perluas dan di tingkatkan pelaksanaan pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P4), pendidikan moral serta unsur-unsur yang dapat meneruskan dan mengembangkan jiwa, semangat dan nilai-nilai 1945 kepada generasi muda harus makin di tingkatkan dalam kurikulum sekolah mulai dari TK sampai perguruan tinggi, baik negri, swasta, baik lingkungan keluarga maupun masyarakat.[7]
Dengan meningkatnya dan meluasnya pembnagunan, terutama pembnagunan moral maka kehidupan keagamaan dan kepercayaan terhadap tuhan YME harus semakin di amalkan baik di dalam kehidupan pribadi maupun sosial kemasyarakatan. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan di laksanakan dalam lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.[8]
Adapun pembaharuan pendidikan islam meliputi :[9]
1)   Adnya perubahan dari sistem ke sistem madrasah.
2)   Adanya perubahan dari sistem ke sistem sekolah islam.

1 komentar: